Selasa 12 Mei 2026 - 16:25
Peran Pelajar Hawzah Tak Kalah Penting Dibandingkan Drone dan Rudal

Hawzah/ Pengasuh Kompleks Hawzah Imam Ridha (as) dengan menyinggung perkembangan regional dan internasional menyatakan: “Saat ini banyak pihak mengakui bahwa Iran memiliki posisi dan kekuatan yang signifikan dalam dinamika kawasan. Hal ini meningkatkan tanggung jawab para cendekiawan dan pelajar hawzah untuk memiliki wawasan global serta berperan aktif dalam bidang pemikiran dan kebudayaan.”

Berita Hawzah – Ustaz Rashad, pengasuh Kompleks Hawzah Imam Ridha (as) sekaligus Ketua Dewan Hawzah Ilmiyah Provinsi Teheran, hari ini Senin dalam pertemuan dengan para pelajar Hawzah Imam Ridha (as) menekankan peran para santri dan rohaniwan di bidang sosial dan budaya. Ia berkata: “Saat ini perang adalah perang gabungan (hybrid warfare), dan para santri harus mengambil peran manajerial, pembimbingan, serta menjawab berbagai syubhat di lapangan.”

Ia menambahkan bahwa kehadiran seorang pelajar di lapangan saat ini tidak berbeda dengan kehadiran seorang pejuang di medan perang. “Jika seorang anggota Garda Revolusi menembakkan rudal, maka pelajar hawzah dengan membangkitkan semangat dan memberikan pemahaman kepada masyarakat dapat menanamkan moral dan kesadaran kepada publik. Ini juga merupakan bentuk pengaruh di medan perjuangan, dan kehadiran di arena ini termasuk kewajiban syar’i.”

Ustaz Rashad juga menyinggung aktivitas beberapa sekolah hawzah di bidang sosial dan mengatakan: “Beberapa sekolah melaporkan bahwa dengan kehadiran dua puluh hingga tiga puluh pelajar, mereka mampu mengelola satu atau dua wilayah. Peran kolektif seperti ini merupakan contoh yang patut diperhatikan dan dapat diperluas.”

Selanjutnya, dengan menyinggung perkembangan regional dan internasional, ia menyatakan: “Saat ini banyak pihak mengakui bahwa Iran memiliki posisi dan kekuatan yang signifikan dalam dinamika kawasan. Hal ini meningkatkan tanggung jawab para cendekiawan dan pelajar hawzah untuk memiliki wawasan global serta memainkan peran dalam bidang pemikiran dan kebudayaan.”

Dalam bagian lain pidatonya, Ustaz Rashad menggambarkan pernyataan-pernyataan Pemimpin Revolusi sebagai “berisi, tepat, dan tegas.” Ia menambahkan: “Hawzah ilmiyah setelah perkembangan terbaru kini berada pada posisi baru, dan para santri harus lebih siap untuk memainkan peran dalam pembentukan peradaban Islam modern pascaperang.”

Di akhir pernyataannya, ia menekankan pentingnya kegiatan belajar dan diskusi di hawzah ilmiyah. Ia berkata: “Meskipun saya sangat berminat agar pelajaran dilaksanakan secara tatap muka, saya tetap mengikuti keputusan pusat manajemen dan dewan tinggi hawzah serta memandang penting menjaga ketertiban dan koordinasi organisasi.”

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha